Desa Dasun

Kec. Lasem, Kab. Rembang
Prov. Jawa Tengah

Loading

Info
Laman Resmi Pemerintah Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Sekretariat: Balai Desa Dasun, RT.01,RW.01, Dasun, Lasem, Kode Pos: 59271 | Dasun Maju | Desa Pemajuan Kebudayaan Kemendibud | Desa Anti Korupsi KPK RI

Berita Desa

dasun-rembang.desa.id-Buku Pranata Banyu ini ditulis oleh seorang anak muda kelahiran Desa Dasun yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pelestarian ilmu pengetahuan lokal desa. Ia adalah Angga Hermansah, sebagai warga asli Dasun yang tumbuh besar di lingkungan tambak, sungai, dan laut, Angga memiliki kedekatan personal dan kultural yang mendalam dengan pengetahuan pesisir yang menjadi pokok bahasan buku ini. Kedudukannya sebagai bagian dari komunitas bukan sekadar pengamat dari luar, yang menjadikan perspektifnya otentik dan berakar pada pengalaman hidup sehari-hari masyarakat Dasun. Bukunya yang pertama yakni Pemajuan Kebudayaan Desa Dasun telah membuat kami masyarakat Desa Dasun merasa bangga kepadanya. Angga Hermansah telah membuktikan bahwa kebudayaan Desa Dasun dapat dideskripsikan dengan lengkap dan menjadi buku babon kebudayaan Desa Dasun.

Ketika pertamakali mendengar Angga Hermansah menulis buku Pranata Banyu ini, kami sangat kagum. Ia telah melebur dan mengabdikan dirinya bersama masyarakat Desa Dasun yang penuh dengan sumber ilmu pengetahuan pesisir. Selama kurang lebih tujuh tahun, sejak 2018 hingga 2026, Angga secara rutin mendatangi para tetua desa, nelayan, petani tambak garam, dan pembudidaya bandeng untuk berdialog, mengamati, dan ikut serta dalam aktivitas keseharian mereka.

Proses ini bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan penyelaman panjang ke dalam kehidupan pesisir yang dilakukan dengan kesabaran dan kerendahan hati. Kami sebagai masyarakat Dasun menyaksikan sendiri bagaimana ia hadir di tambak saat panen garam, ikut menebar jaring di muara, dan duduk berjam-jam mendengarkan cerita para penutur di warung-warung desa.

Mas Angga adalah contoh anak muda yang berbakti kepada tanah kelahirannya. Pemuda yang tidak silau terhadap gemerlapnya kota dan lebih memilih mengembangkan potensi besar ruang hidupnya sendiri. Kami, masyarakat Desa Dasun, dengan penuh kesadaran telah memberikan dukungan dan persetujuan terhadap upaya dokumentasi pengetahuan pesisir ini.

Para penutur yang menjadi narasumber dalam buku ini di antaranya Sidiq, Sutono, Kuyono, Sutrisno, dan Munanto telah secara sukarela berbagi pengetahuan mereka dengan harapan bahwa warisan ini tidak hilang ditelan zaman. Kami memahami bahwa pengetahuan yang kami miliki adalah milik bersama, dan penulisan buku ini adalah salah satu cara untuk menjaganya.

Pranata Banyu adalah pedoman bagi masyarakat pesisir Dasun, Lasem, Rembang, selama ratusan tahun hidup berdasar pemuliaan terhadap air. Pranata banyu bukan sekadar kumpulan petunjuk praktis tentang kapan melaut atau kapan memanen garam. Ia adalah sebuah sistem pengetahuan yang utuh. Sebuah epistemologi pesisir yang mencakup cara membaca tanda-tanda alam, memahami siklus air, dan mengelola hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan maritimnya.

Pengetahuan ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi melalui praktik langsung di tambak, sungai, dan laut, serta melalui percakapan-percakapan di antara sesama warga yang berlangsung secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Pranata banyu merupakan warisan pengetahuan lokal untuk membaca gejala-gejala alam di pesisir Dasun. Para nelayan, petani tambak garam, dan pembudidaya bandeng Dasun merekalah pelestari sejati Pranata Banyu.

Pranata banyu adalah warisan memori kolektif masyarakat pesisir yang sebenarnya beda dengan pranata mangsa. Pranata banyu erat kaitannya dengan dunia maritim. Jika pranata mangsa lahir dari pengamatan petani di pedalaman Jawa terhadap siklus tanam padi yang bergantung pada curah hujan dan posisi matahari, maka pranata banyu lahir dari pengamatan nelayan dan petambak pesisir terhadap pasang surut air laut, arah angin musiman, pergerakan ikan, dan siklus penguapan air di tambak garam. Keduanya adalah sistem pengetahuan yang sah, tetapi berakar pada ekologi dan kosmologi yang berbeda.

Pranata mangsa adalah anak daratan; pranata banyu adalah anak lautan. Desa Dasun yang berada di pesisir Pantai Utara Jawa, dengan kondisi geografis yang khas, mendukung pembentukan pengetahuan yang adaptif terhadap alam pesisir. Oleh sebab itu kami sangat setuju memori kolektif ini disebut sebagai pranata banyu yang ternyata berbeda dengan pranata mangsa yang justru erat kaitannya dengan budaya agraris.

Kami, masyarakat Dasun, selama ini merasa bahwa pengetahuan kami tentang air, laut, dan musim pesisir tidak pernah mendapat tempat yang layak dalam wacana pengetahuan tradisional Jawa. Yang selalu dibicarakan adalah pranata mangsa pengetahuan petani daratan. Padahal, kami pun memiliki sistem pengetahuan yang tidak kalah rumit dan tidak kalah berharga. Buku ini adalah upaya pertama untuk memberikan suara kepada pengetahuan pesisir yang selama ini terpinggirkan.

Pranata Banyu yang ditulis oleh Angga Hermansah adalah langkah awal yang berani.  Buku ini meskipun belum sempurna, namun menjadi sumbangan yang berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan pesisir. Kami menyadari bahwa proses dokumentasi pengetahuan lisan menjadi teks tertulis bukanlah perkara mudah. Ada risiko bahwa nuansa, konteks, dan kedalaman makna yang hidup dalam percakapan sehari-hari tidak sepenuhnya tertangkap oleh tulisan. Namun justru karena itulah upaya ini penting karena tanpa dokumentasi, pengetahuan yang hanya tersimpan dalam ingatan para tetua akan hilang bersama kepergian mereka.

Buku ini, dengan segala keterbatasannya, adalah jembatan antara memori lisan yang rapuh dan catatan tertulis yang lebih bertahan lama. Sebagian besar wilayah bumi adalah lautan. Pemahaman yang lebih baik tentang pesisir dan laut akan membuat kita memahami bumi dengan lebih baik. Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk melestarikan kekayaan pengetahuan maupun ekosistem pesisir.

Kami merekomendasikan buku ini menjadi bahan belajar bagi generasi muda tentang kearifan lokal pesisir yang telah terbukti mampu  menghidupi masyarakat Dasun selama ini. Kami juga berharap buku ini dapat menjadi rujukan bagi para peneliti, akademisi, dan pembuat kebijakan yang ingin memahami bagaimana masyarakat pesisir membangun ketahanan berbasis pengetahuan lokal. Di tengah ancaman perubahan iklim, abrasi pantai, dan modernisasi yang mengubah lanskap pesisir, pengetahuan seperti pranata banyu bukan sekadar warisan masa lalu, ia adalah modal untuk menghadapi masa depan.

Kami memiliki harapan besar dikaruniai kemampuan bersama-sama masyarakat agar Tambak Dasun, Sungai Dasun, Garam Dasun, Bandeng Dasun, Terasi Dasun, Nelayan Dasun, Sungutan Dasun, Mangrove Dasun, Pantai Dasun, Petani Garam, Pembudidaya Bandeng, semuanya tetap lestari mampu kami jaga sebagai warisan tak tergantikan dan tak ternilai harganya untuk anak cucu kelak.

Semua yang kami sebutkan di atas, tambak, sungai, garam, bandeng, terasi, mangrove, pantai  bukan sekadar daftar komoditas atau objek wisata. Mereka adalah ruang-ruang tempat pranata banyu hidup dan dipraktikkan. Setiap tambak menyimpan pengetahuan tentang siklus air dan musim. Setiap muara sungai menyimpan cerita tentang pasang surut dan migrasi ikan. Setiap butir garam adalah bukti bahwa nenek moyang kami telah memahami proses penguapan jauh sebelum ilmu kimia modern menjelaskannya. Melestarikan mereka berarti melestarikan pranata banyu itu sendiri. Amin. Sukses selalu untuk Angga Hermansah. Ini adalah kado terindah bagi masyarakat Dasun dan keluarganya.

Sujarwo - Kepala Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang

Tulisan ini adalah pengantar buku Pranata Banyu Desa Dasun, terbit 2026, ISBN: 978-623-138-210-8

Beri Komentar

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

SUJARWO

PEMDES DASUN

EXSAN ALI SETYONUGROHO, S.Pd

PEMDES DASUN

SUYOTO

PEMDES DASUN

AHMAD MAULANA, S.Ag

PEMDES DASUN

ONY VENA MULYANA

PEMDES DASUN

ACHIRUDIN BAYU CHRISTIYANTO, S.Pd

PEMDES DASUN

JULAEKAH, SE

PEMDES DASUN
Statistik Pengunjung
Hari ini : 345
Kemarin : 407
Total Pengunjung : 1.191.480
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.230
Browser : Mozilla 5.0
Statistik Pengunjung
Hari ini : 345
Kemarin : 407
Total Pengunjung : 1.191.480
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.230
Browser : Mozilla 5.0

Kabar Rembang

Pemerintah Desa

SUJARWO

Kepala Desa


PEMDES DASUN

EXSAN ALI SETYONUGROHO, S.Pd


PEMDES DASUN

SUYOTO


PEMDES DASUN

AHMAD MAULANA, S.Ag


PEMDES DASUN

ONY VENA MULYANA


PEMDES DASUN

ACHIRUDIN BAYU CHRISTIYANTO, S.Pd


PEMDES DASUN

JULAEKAH, SE


PEMDES DASUN