Desa Dasun

Kec. Lasem, Kab. Rembang
Prov. Jawa Tengah

Loading

Info
Laman Resmi Pemerintah Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Sekretariat: Balai Desa Dasun, RT.01,RW.01, Dasun, Lasem, Kode Pos: 59271 | Dasun Maju | Desa Pemajuan Kebudayaan Kemendibud | Desa Anti Korupsi KPK RI

Berita Desa

dasun-rembang.desa.id-Berdasarkan berbagai sumber yang tersedia, terutama surat kabar dan laporan jalam Belanda, Desa Dasun (dulu terkadang ditulis Dasoen) yang terletak di pesisir Rembang, Lasem dan tepat di mulut Sungai Lasem, merupakan pusat industri galangan kapal yang sangat signifikan di Hindia Belanda.

Berikut adalah penjelasan deskriptif mengenai galangan kapal tersebut berdasarkan urutan kronologis tahun dan tanggal yang tercatat:

Era Awal dan Pertumbuhan (1860-an – 1912)

Tahun 1867: Dasoen sudah dikenal sebagai tempat pembangunan berbagai jenis kapal. Pada tahun ini, pemerintah kolonial membangun empat kapal sekunar perang (oorlogschoeners) dan seorang pengusaha Eropa dari Surabaya membangun sebuah kapal uap besar di galangan ini. Galangan dioperasikan oleh pihak swasta Eropa dengan bahan kayu jati dan tembaga yang dipasok oleh pemberi tugas.
Mei 1912: Tercatat adanya perusahaan bernama Naamlooze Vennootschap Scheepswerf Dasoen yang berbasis di Rembang. Pada tanggal 11 Mei 1912, perusahaan ini mengumumkan pembagian dividen sebesar 10%.

Masa Kejayaan dan Modernisasi (1917 – 1926)

Tahun 1917: Tokoh pembangun kapal terkemuka di Dasoen saat itu adalah P. Berendsen. Pada tahun ini, Residen Rembang diberi wewenang untuk menjalin kontrak dengan Berendsen untuk pasokan pekerjaan kayu jati (djatihoutwerken) guna menunjang aktivitas galangan.

Tahun 1920: Galangan kapal di Dasoen mencapai produktivitas tinggi di bawah bendera N.I.S.E.K. (Nederlandsch-Indische Scheepsbouw en Kustvaart Maatschappij). Sepanjang tahun 1920, mereka berhasil meluncurkan 16 kapal besi dan 9 kapal kayu meskipun menghadapi kendala pasokan material dan tenaga kerja.

Tahun 1921: Fasilitas galangan di Dasoen digambarkan sangat modern dengan penggunaan mesin yang digerakkan tenaga listrik. Mereka memiliki peralatan untuk pengelingan (riveting) dan pemafatan (caulking) pneumatik, serta bengkel pengerjaan logam yang lengkap. Pada masa ini, mereka membangun kapal tongkang batubara, kapal penarik (tugboat), serta kapal pesiar uap (steam yacht) sepanjang 100 kaki.

Mei 1926: Di bawah pimpinan Insinyur Leegstra (mantan insinyur angkatan laut dari Surabaya), N.I.S.E.K. melakukan efisiensi dengan menutup cabangnya di Joana dan memindahkan seluruh mesin serta pasokan ke galangan utama di Dasoen. Pemindahan ini dilakukan karena Dasoen dianggap lebih cocok untuk pembangunan kapal besar (grootbouw), sementara Joana hanya terbatas pada kapal kayu kecil. Kapal-kapal Dasoen dikenal kokoh, menggunakan dua atau tiga tiang layar, dan diawaki oleh pelaut pribumi yang handal.
 

Krisis dan Penurunan (1927 – 1932)

Maret 1927: Galangan N.I.S.E.K. di Dasoen tetap menjadi rujukan teknis, bahkan untuk proyek di luar wilayahnya, seperti pengerukan alur sungai di Djoeana.

Oktober 1927: Perusahaan N.I.S.E.K. mengalami krisis keuangan hebat. Residen Kloprogge memohon bantuan dana/subsidi pemerintah sebesar f 200.000 karena galangan ini menyerap sekitar 600 pekerja (tukang dan koelie) serta membayar upah tahunan sebesar f 250.000 yang menjadi penopang ekonomi Rembang dan Lasem. Namun, pada bulan ini juga tercatat adanya rencana lelang eksekusi (vendutie) terhadap material milik N.I.S.E.K..

Maret 1932: Dilaporkan bahwa galangan kapal N.I.S.E.K. telah menghilang atau tutup setelah masa kejayaan yang singkat. Namun, galangan kapal milik Berendsen di Dasoen masih mampu bertahan dan tetap beroperasi.
 

Era Akhir dan Rencana Baru (1937 – 1938)

Desember 1937: Desa Dasoen masih memiliki arti ekonomi berkat bengkel kerja galangan kapal Berendsen, meskipun N.I.S.E.K. sering disebut sudah menjadi "kenangan/makam" dari masa lalu yang makmur.

Januari 1938: Muncul rencana besar dari perusahaan minyak B.P.M. dan N.K.P.M. untuk menjadikan wilayah pantai Dasoen sebagai pusat minyak bumi baru. Direncanakan pembangunan jembatan pipa menuju terumbu karang Poeloe Gosong (3 km dari pantai Dasoen) yang akan dijadikan stasiun pengisian minyak terpenting di kepulauan tersebut.

Kondisi Geografis dan Kendala Alam

Westmoesson (Musim Barat): Galangan Dasoen biasanya menghentikan operasional pelayaran kapal-kapalnya selama musim ini karena kondisi Laut Jawa yang sangat berbahaya.

Banjir Besar: Lokasi Dasoen yang berada di hilir sungai membuatnya rentan terhadap banjir. Banjir besar tercatat terjadi pada Februari 1902 (menghancurkan rumah penjaga Waterstaat), April 1926 (merendam mobil para staf galangan), serta Desember 1937 di mana ratusan rumah di Dasoen terendam air setinggi satu meter akibat luapan Kali Babagan.

Sumber : Exsan Ali Setyonugroho, Dasun : Jejak Langkah dan Visi Kemajuannya, 2020

Beri Komentar

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

SUJARWO

PEMDES DASUN

EXSAN ALI SETYONUGROHO, S.Pd

PEMDES DASUN

SUYOTO

PEMDES DASUN

AHMAD MAULANA, S.Ag

PEMDES DASUN

ONY VENA MULYANA

PEMDES DASUN

ACHIRUDIN BAYU CHRISTIYANTO, S.Pd

PEMDES DASUN

JULAEKAH, SE

PEMDES DASUN
Statistik Pengunjung
Hari ini : 139
Kemarin : 340
Total Pengunjung : 1.159.735
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.26
Browser : Mozilla 5.0
Statistik Pengunjung
Hari ini : 139
Kemarin : 340
Total Pengunjung : 1.159.735
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.26
Browser : Mozilla 5.0

Kabar Rembang

Pemerintah Desa

SUJARWO

Kepala Desa


PEMDES DASUN

EXSAN ALI SETYONUGROHO, S.Pd


PEMDES DASUN

SUYOTO


PEMDES DASUN

AHMAD MAULANA, S.Ag


PEMDES DASUN

ONY VENA MULYANA


PEMDES DASUN

ACHIRUDIN BAYU CHRISTIYANTO, S.Pd


PEMDES DASUN

JULAEKAH, SE


PEMDES DASUN