dasun-rembang.desa.id-Video berjudul "SIAPA MPU SANTIBADRA? NGOBROL SEJARAH BARENG DANANG SWASTIKA" menampilkan wawancara dengan Danang Swastika, pegiat sejarah dari Lasem, yang membahas sosok Mpu Santibadra, tokoh legendaris asli Lasem yang konon merupakan ayah dari Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo penyebar Islam di Jawa. Mpu Santibadra dikenal sebagai penerima wahyu Sabda Badrasanti dan memiliki peran penting dalam sejarah dan budaya Lasem serta Nusantara.
Danang menjelaskan bahwa Mpu Santibadra memiliki sepuluh putra dan putri yang menjadi tokoh-tokoh besar di wilayah Rembang dan sekitarnya, seperti Pangeran Santi Puspo, Putri Silastuti yang merupakan leluhur Raja Pajang Joko Tingkir, serta tokoh-tokoh pembesar di Pamotan dan daerah lain. Salah satu putra terakhir, yang juga dikenal sebagai Sunan Kalijaga, menyebarkan ajaran Islam Kejawen yang berakar dari warisan Mpu Santibadra.
Video juga mengangkat pentingnya pelestarian Punden Tapaan Mpu Santibadra di Dukuh Ngasinan, Warugunung, Pancur, Rembang sebagai situs budaya dan spiritual yang menjadi pusat kegiatan gelar budaya yang diselenggarakan oleh komunitas Putra Wayah Lasem beberapa tahun ini (2023,2024,2025). Gelar budaya ini bertujuan mengangkat kesadaran masyarakat terhadap sejarah, seni, dan budaya Lasem yang telah diakui sebagai kota pusaka.
Lebih jauh, Danang menguraikan nilai-nilai ajaran Mpu Santibadra yang terkandung dalam kitab Sabda Badrasanti, yang bersifat universal dan mengajarkan budi pekerti luhur, ketuhanan yang Maha Esa, serta tata krama dalam kehidupan bermasyarakat. Ajaran ini dianggap relevan untuk menghadapi tantangan zaman modern dan menjadi solusi bagi kehidupan yang tentram dan bahagia.
Selain itu, Danang menyoroti bagaimana Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan yang mengintegrasikan tradisi leluhur dengan ajaran Islam sehingga mudah diterima masyarakat Jawa. Hal ini menunjukkan peran penting Lasem dalam penyebaran Islam dan budaya di Nusantara.
Video ini juga mengajak masyarakat untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya Mpu Santibadra sebagai bagian dari identitas dan kekayaan sejarah Lasem yang berdampak luas hingga ke Pulau Jawa dan Nusantara secara keseluruhan.