Angga menjelaskan bahwa Pranata Banyu merupakan pengetahuan tradisional yang mengatur perhitungan musim dan pengelolaan air, khususnya dalam konteks aktivitas petani garam, pembudidaya bandeng dan nelayan di Desa Dasun. Masyarakat desa menggunakan sistem penanggalan musim yang disebut "mongso," yang berbeda dengan kalender umum, terdiri dari tujuh musim yang menjadi pedoman dalam menentukan waktu melaut, menebar benih ikan bandeng, dan mengelola tambak garam.
Dalam sarasehan tersebut, Angga menguraikan berbagai fase mongso, seperti mongso Kapit yang menandai masuknya musim penghujan dan persiapan budidaya bandeng, serta mongso Kapat yang ditandai dengan angin barat laut kencang dan ombak besar. Ia juga menjelaskan bagaimana musim-musim tertentu berhubungan dengan hasil tangkapan nelayan seperti rajungan dan rebon, serta produksi garam dan panen bandeng. Pengetahuan ini tidak hanya soal musim, tetapi juga mencakup tata kelola irigasi dan pengaturan air di tambak yang sangat penting untuk keberlangsungan produksi garam dan budidaya perikanan.
Lebih jauh, Angga menekankan bahwa Pranata Banyu adalah bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sedang menyelesaikan draf buku tentang Pranata Banyu sebagai upaya mendokumentasikan pengetahuan ini agar tidak hilang dan bisa menjadi rujukan bagi pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan di masa depan.
Video ini sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi sosial budaya yang disajikan oleh Rembang TV, yang berfokus pada potensi budaya di Kabupaten Rembang dan sekitarnya, dengan tujuan mendukung penelitian dan program pengembangan budaya lokal.